Sore itu di kampus.
Sosok Wanita bergamis biru langit yang sedang aku boncengi, akrab dengan panggilan Ana.
Roda dua itu terus melintas menyusuri kampus dengan deru halus serta seporsi ketenangan.
Bang! Bang!Bang!
“Itu ada yang jual bunga fresh flowers bang.”
Aku terkejut, tapi suara Ana lembut. Jantungku tidak begitu copot.
Motorpun aku hentikan sejenak sambil menoleh ke kanan jalan.
Tempat itu ada seorang penjual bunga fress flower.
“Oh iyaa, bentar abang arahin motor kesana ya.”
“Iyaa bang.”
Setibanya di depan stand penjual bunga itu.
Ana pun turun dan menoleh ke arahku.
“Bentar ya bang.”
“okee Ana”
Balasku serta senyuman manis. Entah itu manis menurutku saja, atau begitu juga yang Ana rasakan, tapi yaa, gatau juga sih, PD aja dulu kan. Hehe.
Ana pun menghampiri penjualnya. Sambil mengamati beberapa bunga yang tampak indah serta menanyakan harganya.
Aku yang baru pertama kali mengunjungi penjual bunga fresh flower tampak serius mengamati beberapa modelan bunga itu.
Beberapa bunga yang aku lihat itu memiliki warna yang identik dan serasi dengan modelan bunga itu sendiri. Hanya saja sosok si Mawar tidak ada disana kala itu. Entah itu sudah habis stoknya atau aku yang tidak menanyakan kepada penjual bunganya.
Anehnya diriku tiba-tiba spontanitas menanyakan hal lain tentang bunga-bunga itu.
“Dima kak ambiak bungo-bungo ko kak.”
Penasaranku untuk bertanya kepada penjualnya yang tengah mengobrol dengan Ana.
Penjualnya menoleh kearahku.
“Awak ma ambiak di dua daerah bang. Ado di Bandung samo di Berastagi.”
“Berastagi Sumut yo kak? Aku yang sudah tau daerah Bandung itu Jabar juga ingin memastikan Berastagi itu Sumut.”
“Iyo bang.”
Aku yang mendengar balasan dari penjual itu, membuatku tidak terlalu bodoh akan posisi daerah itu masuk ke provinsi mana, meskipun sebenarnya aku belum pernah sama sekali kesana. Tapi setidaknya ilmu yang aku dapat dari balasan penjual itu, oh, sepertinya berastagi juga memproduksi berbagai bunga-bunga indah yang mungkin suatu hari nanti kalau ditakdirkan tuhan pergi kesana, aku ingat akan perkataan penjual itu.
Karena aku sangat suka mengingat sesuatu hal, ketika lagi di suatu daerah, entah tempat itu kampung temanku, dan kalo ada waktu luang singgah dulu sebentar untuk silaturrahmi, terus kalo aku di daerah wisata, aku coba memikirkan, apa ya ciri khas daerah sini atau wisata yang menarik dan unik, atau bahkan mengingat kata-kata penjual itu. Dan itu hal yang aku suka, sesederhana itu tapi bahagia banget. Apalagi temanku yang punya kesaman di hal itu, wah itu fiks si, aku pasti kagum. Yah karna bagiku, mengingat hal kecil, sederhana, itu sebuah hal yang patut dikagumi dan senang pastinya. Contoh lainnya kayak, mengingat hari ulang tahun dan inisiatif gitu ucapinya. Dan masih banyak lagi. Hehe.
***
Ana mengalami Burnout.
Hari itu aku berencana ingin mengajaknya keluar, untuk jalan-jalan sambil nyari eskrim.
Awalnya aku ngucapain sapaan selamat pagi melalui chat WA ke Ana, dan di balas balik juga dengan sapaan selamat pagi. Setelah itu aku lanjutkan dengan menanyakan kabar Ana, karna aku tau dua hari kemaren dia full agenda organisasi kampus dan memang memakan waktu istirahat malamnya. Rasa tau akan kesibukan Ana, aku tau langsung melalui WA dan story Instagramnya. Aku tidak terkesan memantaunya. Hanya saja siapa sih, manusia yang tertarik dengan manusia lain di zaman sekarang, kalo di Instagram itu pasti ngelihat storynya. Kepo dikit gitukan. Hari ini kesibukannya apa sih? Dan gitulah mokoknya. Hahaha.
“2 hari belakangan fisik dan mental di kuras abis.”
Tringg.
Balasan pesan itu fast respon. Meskipun balasan pesannya berbentuk tulisan, tapi setidaknya aku juga merasakan aura Ana yang sedang Burnout. Kondisinya yang lagi tidak ingin berpikir, bercerita dan ingin . Tapi salut sih, disisi lain, dia masih bisa ramah kepadaku, membalas pesanku dengan cepat dan tidak begitu jutek.
Pagi itu aku sedang melaksanakan PL di Pengadilan Agama Padang. Agendaku hari itu bisa dibilang padat menurutku ya, karna pagi sampai jam setengah lima sore itu agenda PL, seterusnya dilanjutkan di jam enam sore sampai jam sepeluh malam bekerja sebagai barista yang kedainya itu dekat dengan kos Ana serta kampusnya.
Setelah agenda PL selesai, aku bergegas pergi mencari toko bunga disekitar Gunung Pengilun. Lokasi itu sejalan dengan arah ke tempat kerjaku. Setibanya disana aku langsung menanyakan ke karyawan tokonya. Dari banyaknya bunga buatan di dalam toko itu aku hanya fokus ke bunga fresh flowers yang ada didalam kulkas. Wajar saja sih di dalam kulkas menurutku biar awet, mybee.
Ketika aku memperhatikan bunga-bunga itu didalam kulkas, aku mulai bingung, kayaknya ga ada bunga Lily, karna menurutku sejenis bunga itu sering viral di media sosial, terlebih lagi ketika dunia sosial di hebohkan dengan kabar kadam sidik ingin menikah serta postingannya tentang bunga Lily.
Akhirnya aku memutuskan untuk memilih Bunga Mawar, karna ada dua hal, pertama, mamaku sangat suka dengan Bunga Mawar, dan dirumah, mama sangat suka memelihara Mawar dan bahkan di kuburan kakekku, orang tua laki-laki dari mamaku, di tanam bunga mawar yang selalu hidup sampai sekarang di atas tanah kuburan kakekku, dan itu selalu di rawat oleh mama kalo pulang ke kampung halaman di alahan panjang.
Setelah membali Setangkai Bunga Mawar selesai, aku melanjutkan perjalanan ke arah sekitaran kampus, tempat Ana kuliah. Aku ingin mencari yang manis-manis, karna menurutku serta di dukung oleh beberapa penelitian dokter, ketika perempuan itu lagi capek, manis-manisan bisa menjadi obat meredakan capek mereka meskipun tidak maksimal. Aku membeli dua donat, jus pokat dan eskrim mochi. Aku rasa ini perpaduan yang amat serasi, karna my opinion ketika bunga hadir di sela emosi yang tidak stabil serta mental yang lelah, sosok keindahan Bunga Mawar sedikit banyaknya mengobati mental Ana yang Lelah. Disamping itu fisiknya yang lemah, juga di obati dengan yang manis-manis, apalagi jus pokat, soalnya ketika aku cari di google, khasiat buah pokat itu kaya akan lemak, vitamin, serta mineral yang sangat bagus untuk menjaga kesehatan tubuh dan kulit. Dan menurutku sih bisalahya, mengobati rasa capek Ana dari fisik maupun mental. Semoga.
Setelah semuanya sudah dibeli dan sudah sangat siap untuk berikan ke Ana, aku pun langsung bergegas ke kosnya. Kosnya tidak begitu jauh dari tempat terakhir singgah untuk membeli eskrim mochi. Setelah sampai di depan kosnya, aku langsung memotret halaman depan kosnya, serta pesan “abang ada bawa Sesuatu nih.” Tombol kirim pun aku pencet. Pesan terkirim.
Sekitar sepuluh menit berlalu, jam yang sudah menunjukan setengah enam sore, Ana belum kunjung membalas pesan dariku. Pikirku waktu itu kayaknya Ana sedang mandi, karna jam-jamnya mandi sore juga kan. Aku lanjut menunggu sambil merokok dan menyaksikan keramaian jalanan di perempatan jalan. Waktu terus berjalan, sudah sejam menunggu, jam sudah menunjukan setengah tujuh kurang lima menit dan azan maghrib sudah berkumandang.
Pikiranku sudah mulai terasa panik, karna satu sisi aku sudah terlambat jam kerja setangah jam, karna aku masuk kerja jam enam sore. Aku memutuskan untuk mengabari SPV ku, kalo jam kerja ku digeser saja ke jam tujuh malam. Sembari menunggu jam tujuh dan menunggu balasan Ana, aku pergi ke masjid yang tidak jauh dari kos ana sekitar dua puluh langkah kaki, sampai ke masjid dari kos Ana, untuk menunaikan sholat magrib. Mana tau setelah sholat, notif dari Ana sudah muncul di layar Hp ku.
Ketika sudah berwudhu dan masuk kemasjid, meletakan tas yang kusandang di dinding saf pertama, notif itu berbunyi dan benar itu dari Ana. Ana mengkonfirmasi kalo tadi Hpnya sedang di cas dan sedang tidak di pegangnya saat itu. Aku pun hanya memabalas dengan satu pesan saja,
“Abang sholat dulu di masjid dekat kos Ana, nanti abis sholat, Abang kesana, ada hal penting, sebentar kok.”
Layar Hp pun aku tutup dan memulai sholat berjamaah.
Setelah sholat maghrib, zikir serta do’a selesai, aku bergegas kembali ke kos Ana. Setelah sampai kembali di depan kos Ana, aku mengabari kembali melalui WA, kalo aku sudah di depan kosnya. Namun plot twist-nya, Ana tidak mau keluar dari kamarnya, karna seharian ini tidak ada keluar kamar dan tidak ada energi untuk berbicara. Awalnya aku memohon untuk bertemu sebentar bahkan hanya satu menit saja, tidak apa-apa jika tidak berbicara, karna aku pun hanya cuman berniat mengantarkan hadiah sederhana serta setangkai Bunga Mawar itu. Akan tetapi, Ana yang sudah memohon dan meminta maaf kepadaku untuk bisa mengerti akan kondisinya.
Tapi Ana sempat menawarkan kepadaku, kalo ia akan minta tolong kepada teman kosnya untuk mengambilnya. Namun bagiku tidak enak saja perasaanku, merepotkan temannya nanti, dan aku memutuskan untuk manarok hadiah sederhana dan setangkai Bunga Mawar itu di depan kamarnya. Kebetulan di depan kamarnya ada satu kursi yang bisa untuk aku tarok disana. Setelah aku menaroknya, tidak lupa juga mevidiokan dan mengirim melalui pesan WA, supaya tidak kebingungan nanti mencarinya.
Aku bergegas kembali ke depan halaman kos Ana. Menghidupkan motor dan langsung pergi ke kedai kopi tempat ku bekerja, tidak begitu jauh dari kos Ana, lima menit saja pake motor sudah sampai disana.
Pada akhirnya aku tidak begitu menyesali apa yang telah aku lakukan, karna aku memulainya dengan niat yang baik, sekalipun niat itu tak kesampaian, aku hanya fokus mencari solusi, dan benar solusinya ditemukan. Meskipun awalnya pengen ada kesan romatis dikit melalui setangkai Mawar. Bagiku itu sudah cukup lega dan memahami situasi kondisi serta ucapan maaf dari Ana dan masih mau menerimanya.
Pengalaman hari itu aku belajar akan rasa sabar dan iklas, karna aku yakin tidak ada sesuatu hal di dunia ini yang sia-sia, sekalipun hasilnya kecewa. Kita harus bisa memahami situasi kondisi saat itu dan menjadi diri sendiri, serta tidak berlebih-lebihan dalam berekspetasi, bukankah sesuatu hal yang berlebihan itu tidak baik, begitupula sebaliknya, sesuatu hal yang terlalu pesimis hanya akan memberikan seporsi kesunyian, karna terlalu takut serta bingung dalam mengambil Tindakan.
———
Saya Habib Anshori, penulis amatir dari Sumatra Barat dengan mimpi menjadi seorang penulis terkenal akan tulisan yang memberikan manfaat pada orang banyak. Selamat membaca dan jangan lupa bahagia ya.

Komentar
Posting Komentar